BIOGRAFI

RINGKASAN MATERI

    Biografi adalah kisah atau keterangan tentang kehidupan seorang tokoh. Dalam kisah ini, tokoh diceritakan sebagai figur yang memiliki pengalaman menarik untuk disimak dan ditiru Di samping itu, penetapan tokoh yang ditulis biografinya ikut menentukan wibawa dan martabat tokoh. Oleh karena itu, biasanya biografi berkisah tentang sisi kehidupan dari tokoh terkenal. Selain itu, dalam biograf, dikisahkan pula perjalanan hidup yang menarik karena berkaitan dengan hambatan dan cobaan yang dialami tokoh.

    Dalam biografi dijelaskan secara lengkap kehidupan seorang tokoh sejak kecil sampai tua Beberapa biografi yang lain bahkan mengisahkan tokoh sampai meninggal dunia. Semua jasa, karya, dan segala hal yang dihasilkan atau dilakukan oleh seorang tokoh dijelaskan secara detail juga. Hal ini disampaikan kepada pembaca agar pengalaman hidup tokoh bisa diambil manfaatnya untuk kehidupan di masyarakat. Keteladanan sikap dan kehidupan tokoh juga bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat.

    Teks biografi disusun oleh orang lain, bukan oleh diri sendiri, Data dalam biografi tidak sekadar biodata dan daftar pengalaman yang dialami. Tetapi berisi rangkaian pengalaman yang disusun secara detail dan urut. Biografi juga bercerita tentang perasaan yang dialami tokoh saat terlibat dalam peristiwa-peristiwa yang penuh tantangan

    Hal-hal menarik dalam biografi dapat diungkapkan kembali dengan cara

1. membaca buku biograf dengan sungguh sungguh
2 mencatat hal-hal baik yang ada pada tokoh 
3. mencatat pengalaman menarik tokoh, dan
4. merangkum nilai-nilai keteladanan yang dimiliki tokoh

RINGKASAN MATERI

    Kamu dapat menemukan nilai-nilai yang bisa dipakai sebagai contoh keteladanan setelah membaca biografi seorang tokoh. Tokoh tersebut bisa memberikan teladan tentang (1) cara hidup. yang benar, (2) cara mengatasi masalah, (3) sikap sosial di masyarakat, (4) ketekunan beribadah, (5) semangat membela kebenaran, (6) sikap. kepahlawanan, dan lain-lain.

    Keteladanan tersebut diungkapkan sebagai isi utama penulisan biografi, baik dengan tokoh wanita maupun tokoh pria. Sebagai contoh, banyak pahlawan wanita di Indonesia yang turut berjuang melawan penjajah Belanda serta ikut memikirkan nasib bangsa di masa depan. Mereka berjuang dari daerah dengan menggunakan konsep berpikir yang kuat bahwa membela bangsa dan negara menjadi kewajiban seluruh rakyat Indonesia. Beberapa tokoh wanita pejuang di Indonesia antara lain Raden Ajeng Kartini, Cut Nyak Dien, Dewi Sartika, dan Martha Christina Tiahahu.

    Berikut akan dipaparkan nilai-nilai yang dapat dipakai sebagai teladan dari para tokoh wanita dalam biografi yang ditulis.

1. Semangat ingin maju

Para tokoh menginginkan adanya perbaikan nasib wanita. Salah satu cara untuk memajukan wanita, yaitu dengan mendidik mereka agar memiliki derajat yang sama dengan pria. Semangat seperti ini bisa diteladani dari Raden Ajeng Kartini.

2. Pendidikan

Para tokoh menunjukkan sikap nasionalisme dengan memperjuangkan hak para wanita Indonesia untuk mendapatkan pendidikan. Mereka ingin membuat Indonesia lebih baik lagi dan tak hanya diam menerima kenyataan bahwa negaranya sedang dijajah dan susah untuk membuat sekolah atau tak memiliki hak suara.

3. Nasionalisme

Cut Nyak Meutia, wanita asal Nangroe Aceh Darussalam, yang terus berjuang menegakkan prinsip nasionalisme hingga meninggal di tangan tentara Belanda. Wanita ini menjadi contoh pemegang prinsip nasionalisme yang hingga titik darah penghabisan tetap memegang prinsip tak akan mau tunduk kepada penjajah.

Itulah beberapa petikan kisah hidup para tokoh wanita Indonesia. Kamu dapat mengambil manfaat dari keteladanan yang mereka tunjukkan kepada bangsa Indonesia. Semoga kamu dapat belajar dari biografi tokoh dan dapat menerapkannya pada saat ini.

RINGKASAN MATERI

    Menganalisis dapat diartikan dengan melakukan kegiatan pencermatan lebih dalam tentang objek yang diamati. Dalam kaitannya dengan biografi, analisis dilakukan terhadap makna yang dikandung dan aspek kebahasaan yang digunakan. Makna berkaitan dengan nilai dan manfaat yang diperoleh, sedangkan kebahasaan berkaitan dengan penggunaan unsur bahasa, seperti, kata, frasa, kalimat, dan gaya penulisan.

    Kamu sudah mengetahui bahwa biografi merupakan karangan sejarah hidup seorang tokoh yang di dalamnya berisi kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang. Biodata dan segala permasalahan yang dialami tokoh tertulis dalam biografi. Pengalaman yang baik serta kejadian menarik yang mampu menjadi insiprasi pembaca juga terdapat di dalamnya. Semua jasa, karya, dan segala hal yang dihasilkan atau dilakukan oleh seorang tokoh dijelaskan juga dalam biografi. Oleh karena itu, pembaca bisa mendapatkan berbagai manfaat dan makna untuk kehidupan.

A. Makna dan Manfaat

Beberapa makna dan manfaat yang dapat diambil dari biografi bisa dibaca pada paparan berikut.
1. Menciptakan rasa hormat kepada tokoh.

2. Pembaca dapat meneladani sikap dan perilaku tokoh. 

3. Pengalaman hidup tokoh dapat menjadicontohkehidupan di masyarakat.

4. Pembaca dapat meniru kesuksesan hidup tokoh.

5. Kisah hidup tokoh bisa menjadi inspirasi penulisan biografi tokoh lain.

    Di samping itu, pembaca akan mendapatkan hal-hal baik dari-tokoh seperti:
(1) riwayat hidup 
(2) pandangan hidup,
(3) sikap atau cara hidup,
(4) riwayat pendidikan,
(5) penghargaan yang diperoleh,
(6) keputusan besar yang diambil, dan
(7) hambatan dan tantangan yang dihadapi. 
    Hal-hal tersebut dapat dijadikan acuan bagi pembaca untuk mengambil makna dan manfaat bagi kehidupan di masyarakat.

B. Aspek Kebahasaan
1. Kata penghubung antarfrasa dan antarkalimat 
Contoh:
a. la dibuang ke Belanda bersama kedua rekannya dan kembali ke Tanah Air pada tahun 1918 setelah memperoleh Europeeshce Akte.
b. Sutan Syahrir masuk sekolah terbaik pada zaman kolonial Belanda karena lahir di keluarga yang kondisi ekonominya berkecukupan. la memulai pendidikannya di ELS (Europeesche Lagere School) atau setingkat sekolah dasar.
C.Sutan Syahrir melihat adanya diskriminasi oleh pemerintahan kolonial Belanda ketika itu terhadap kaum pribumi, terutama di bidang pemerintahan dengan banyak posisi penting di pemerintahan dijabat oleh orang Belanda dan kaum pribumi sendiri hanya dijadikan sebagai pegawai rendahan karena faktor pendidikan.

2. Kata ganti nama 
Contoh:
a. Pengalamannya dalam berorganisasi ketika masih menjadi pelajar dan juga ketika kuliah di Belanda membuat ia segera bergabung dengan Partai Nasional Indonesia (PNI Baru) yang diketuainya pada tahun 1932.
b. Douwes Dekker diketahui memiliki saudara berjumlah tiga orang. Pendidikan Douwes Dekker pertama kali dimulai di Kota Pasuruan. Tamat dari sana, ia kemudian masuk HBS di Surabaya.

3. Kata kerja
Contoh:
a. Pada tanggal 25 Desember 1912, Douwes Dekker bersama Suwardi Suryaningrat dan dr. Cipto Mangunkusumo mendirikan sebuah partai politik yang berhaluan nasionalis pertama yang bernama Indische Partij. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, partai ini dapat menghimpun anggota hingga mencapai 5000 orang dan sangat populer di kalangan pribumi Indonesia.
b. Oleh Jepang, Supriyadi kemudian ditugaskan di Blitar, Jawa Timur, la membawahkan pasukan Peleton I dan Kompi III yang bertugas memberi bantuan senjata berat.

4. Keterangan
Contoh:
a. Pada tahun 2009, ia kemudian mulai mengikuti kompetisi balap banyak seri seperti Australian Drivers Championship, Asian Formula Renault Challenge dan BMW Pacific. Dalam kejuaraan BMW Pacific, ia bergabung dalam tim Meritus asal Malaysia dan Rio Haryanto berhasil memenangkan 11 seri dari 15 seri secara keseluruhan.
b. la melanjutkan pendidikannya di MOSVIA (Middelbare Opleiding School voor Inlandsche Ambtenaren), sekolah yang mendidik kaum bangsawan untuk menjadi pegawai pemerintahan atau pamong praja pada masa kolonial Belanda.

RINGKASAN MATERI

    Sebagai karya tulis yang memuat kisah hidup tokoh dengan segala pengalaman dan rangkaian peristiwa yang autentik, penulis biografi harus cermat dalam menyusun biografi ini. Hal ini penting untuk diperhatikan karena blografi yang akan dipublikasikan di masyarakat diasumsikan sebagai karya yang objektif dan dapat dipakai sebagai acuan kehidupan di masyarakat. Oleh karena itu, penyusun biografi harus memperhatikan hal yang berkaitan dengan isi, tata tulis, gaya penulisan, dan langkah-langkah penulisannya.
    Ada beberapa hal yang harus diketahui sebelum menulis biografi, yaitu:
1. Biografi harus mengungkapkan data tokoh secara autentik berdasarkan dokumen asli. Data atau keterangan yang digunakan harus benar-benar terjadi dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
2. Biografi harus mengungkapkan kepribadian tokoh secara seimbang antara yang baik dan. kurang baik. Kelebihan dan kekurangan tokoh, pengalaman hidup, cara mengatasi masalah diterangkan dengan baik agar bisa menjadi acuan pembaca dalam mengambil sikap.
3. Biografi disusun dengan menggunakan urutan waktu, peristiwa, dan tempat yang jelas.
4. Biografi disusun dengan menggunakan teknik penulisan narasi, eksposisi, dan deskripsi. Narasi digunakan untuk mengurutkan peristiwa yang dialami. Eksposisi digunakan untuk memaparkan peristiwa dengan menggunakan bahasa yang lugas dan jelas. Deskripsi digunakan untuk menggambarkan peristiwa dan keadaan secara objektif sehingga pembaca seolah-olah ikut terlibat dalam kehidupan tokoh. Oleh karena itu, tata tulis dan skema penulisan pun menggunakan gaya yang indah dengan pilihan kata dan kalimat yang tepat.

    Langkah-langkah penulisan biografi adalah sebagai berikut. 
1. Hubungi tokoh atau keluarga tokoh seperti tokoh pahlawan, pemimpin organisasi, pelopor bidang tertentu, dan peraih prestasi istimewa.
2 Kumpulkan informasi dan data sebanyak banyaknya seperti biodata, peristiwa yang dialami, masalah yang ditemukan, dan pandangan hidup tokoh. 
3. Mintalah pendapat tokoh atau keluarga tokoh. Hal ini dilakukan agar ada validasi data. dan konfirmasi kebenaran dari sumber asli sehingga tidak menimbulkan masalah.
4. Mulailah menyusun teks biografi. Penyusunan teks biografi dimulai dengan mengemukakan hal-hal umum, dilanjutkan dengan uraian peristiwa, pengalaman yang dialami dan sikap hidup yang diambil. Kalimat yang digunakan harus mampu secara efektif menggambarkan keadaan yang sebenarnya,
5. Lakukanlah pengeditan. Pengeditan dilakukan untuk memastikan urutan peristiwa, gaya penulisan, dan kalimat yang digunakan telah memenuhi syarat.
6. Siapkan teks editan untuk dicetak atau diterbitkan.

Komentar